Wednesday, August 27, 2025

Belajar Tak Hanya di Kelas, Inovasi SMPN Satu Atap Karangsembung Satukan Teori dan Praktik


Foto : Kepala SMPN Satu Atap Karangsembung kabupaten Cirebon.

Jabarexpose.id – Cirebon | Pendidikan masa kini menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi pelajaran. Hal inilah yang mendorong SMP Negeri Satu Atap Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mengembangkan strategi integrasi kegiatan kokurikuler ke dalam proses pembelajaran intrakurikuler di sekolah. 

Pendekatan ini menjadi langkah inovatif dalam menciptakan pengalaman belajar yang utuh, relevan, dan berkelanjutan bagi siswa.

Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Karangsembung, Udin Ihsanudin, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler bukan hanya pelengkap, melainkan bagian yang menyatu dengan pembelajaran. 

“Kegiatan kokurikuler bukan sekadar tambahan, melainkan bagian yang melekat pada proses pembelajaran. Dengan integrasi ini, siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Praktik Nyata Integrasi di Sekolah

Beberapa bentuk kegiatan kokurikuler yang telah diimplementasikan secara rutin di SMPN Satu Atap Karangsembung antara lain:

1. Literasi Kontekstual
   Siswa diajak membaca buku bersama di perpustakaan dan membuat ringkasan yang kemudian dibahas dalam diskusi kelas.

2. Proyek Kolaboratif
   Kegiatan berbasis proyek antar mata pelajaran, seperti membuat poster ekosistem yang menggabungkan konsep dari pelajaran IPA dan seni budaya.

3. Publikasi Karya Siswa
   Tulisan-tulisan siswa dipublikasikan di majalah dinding dan media sosial sekolah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

4. Refleksi Harian
   Di akhir pelajaran, siswa menulis catatan refleksi yang digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran berikutnya.

“Dengan pola ini, siswa terlatih untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, terbiasa berpikir kritis, dan mampu mengekspresikan gagasan secara lisan maupun tertulis,” tambah Udin.

Menghubungkan Teori dan Praktik

Menurut Udin, integrasi ini dilakukan secara lintas mata pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa tidak hanya belajar menulis deskripsi dan narasi, tapi juga diperkuat dengan aktivitas literasi yang bermakna di perpustakaan. 

Dalam pelajaran IPA, siswa melakukan observasi lingkungan sekitar untuk memahami konsep ekosistem, yang kemudian dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah sederhana.

“Setiap mata pelajaran diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Ini membuat siswa merasakan bahwa apa yang mereka pelajari di kelas benar-benar relevan dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Karakter dan Keterampilan Abad 21

Udin Ihsanudin juga menegaskan bahwa pendidikan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tapi harus membentuk karakter serta keterampilan abad ke-21. 

“Saya meyakini bahwa pendidikan adalah proses menyeluruh untuk membentuk manusia seutuhnya – cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Langkah Strategis untuk Pendidikan Berkualitas

Dengan semangat tersebut, SMPN Satu Atap Karangsembung terus mengembangkan pembelajaran bermakna melalui sinergi antara pembelajaran di kelas dan kegiatan kokurikuler. 

Strategi ini diyakini menjadi cara efektif untuk mencetak siswa yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup.

“Harapan saya, strategi ini terus diperkuat dan menjadi budaya di sekolah, agar setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pintar, tetapi juga bijak dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.


• Dispy

Add Comments