Jabarexpose.id - Mataram | Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram dan sekitarnya sejak Minggu siang (6/7) mengakibatkan banjir di puluhan titik permukiman. Dalam waktu singkat, banjir melumpuhkan sejumlah kawasan, memaksa ratusan warga mengungsi, dan bahkan merenggut korban jiwa.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) bergerak cepat dengan mengerahkan lebih dari 250 personel dari berbagai satuan, lengkap dengan peralatan evakuasi seperti perahu karet, kano, pelampung, dan kendaraan operasional.
Aksi cepat ini dipimpin langsung oleh Kapolda NTB, Irjen Pol. Hadi Gunawan, yang turun langsung ke lokasi terdampak.
> "Personel kami dikerahkan sejak banjir mulai meluas. Kapolda juga langsung turun ke lapangan untuk memantau dan memastikan evakuasi berjalan efektif," ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, dalam keterangan resminya, Minggu malam.
Evakuasi Masif dan Pengungsian Warga
Kawasan BTN Riverside dan Lingkungan Sweta Timur menjadi dua titik banjir terparah yang mendapat perhatian khusus. Sejumlah kendaraan dilaporkan hanyut, sementara rumah-rumah warga terendam hingga sepinggang.
Banjir ini menelan korban jiwa. Dua warga Tomi (30) dari Batu Mekar, Lingsar dan Tutik Suryani (50) dari Pajarakan Karya dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir melanda.
Ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi. Sebanyak 242 jiwa (75 kepala keluarga) kini ditampung di eks Kantor Lurah Cakranegara Selatan, 76 orang berada di Asrama Haji, dan lainnya dievakuasi ke rumah kerabat dengan bantuan petugas.
Kerugian Material Capai Miliaran
Perumahan Riverside Park menjadi salah satu lokasi dengan kerusakan paling parah. Empat mobil dilaporkan hilang terseret arus, sementara kerugian material awal ditaksir mencapai Rp1,09 miliar angka yang kemungkinan masih akan bertambah seiring pendataan lanjutan.
>“Kami terus mengimbau warga untuk menjauhi daerah rawan, terutama sekitar Sungai Ancak yang debit airnya masih tinggi,”tambah Kombes Kholid.
Gabungan TNI, Basarnas, dan Relawan Perkuat Penanganan
Tak hanya dari Polda NTB, bantuan juga datang dari TNI AL, TNI AU, Kodim 1606, dan Basarnas NTB. Kolaborasi lintas instansi ini mempercepat proses penyelamatan dan distribusi bantuan di titik-titik kritis.
Dari Polresta Mataram sendiri, sebanyak 100 personel diturunkan, ditambah 60 personel dari Satbrimobda, dua pleton Ditpolairud lengkap dengan perahu karet, serta satu kompi Sat Sabhara yang membawa perlengkapan evakuasi seperti kano dan tali penyelamat.
Banjir Mulai Surut, Petugas Tetap Siaga
Meski air mulai surut di beberapa wilayah, aparat kepolisian dan tim gabungan masih terus berjaga untuk mengantisipasi banjir susulan serta membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan.
> "Polda NTB akan terus hadir di tengah masyarakat. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak demi pemulihan pasca-bencana,” tutup Kabid Humas Polda NTB.
• Rls/Red