Friday, June 6, 2025

Sadis! Ketua FWJI Kuningan Dikeroyok, Ormas Diduga Terlibat, Polisi Diminta Bertindak Tegas!


Foto : Wartawan korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum anggota ormas.

Jabarexpose.id - Kuningan | Dunia jurnalistik kembali tercoreng oleh aksi kekerasan terhadap insan pers. Ketua dan Wakil Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Koordinator Wilayah Kuningan, Irwan Fauzi dan Zaky, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang mengaku dari ormas. 

Insiden ini terjadi saat gema takbir Idul Adha 1446 H berkumandang, Kamis malam (5/6/2025), sekitar pukul 20.55 WIB di Terminal Paniis, Mandirancan, Kuningan.

Pengeroyokan Bermula dari Cekcok, Berujung Aksi Brutal

Menurut keterangan Irwan, insiden bermula ketika Zaky tengah menemui rekannya di lokasi. Tiba-tiba, seorang pria bernama Hadi alias Kokong, yang diketahui dalam kondisi mabuk, terlibat adu mulut dengan Zaky. 

Tak terima, Hadi kembali datang ke lokasi dengan membawa sekitar 15 orang yang diduga merupakan anggota ormas.

"Tanpa banyak bicara, mereka langsung mengeroyok Zaky. Dipukul, ditendang, diinjak-injak, bahkan menggunakan benda tumpul. Saya yang mencoba melerai justru ikut dihajar dan dihantam secara membabi buta hingga wajah dan tubuh saya berlumuran darah," ujar Irwan.

Lebih miris, para pelaku juga merampas identitas pers serta KTP milik Irwan dan Zaky, sambil melontarkan ancaman pembunuhan. 

“Gua dari Al Jabar, jangan macam-macam lo… gua bunuh kalian semua!” teriak salah satu pelaku seperti ditirukan Irwan seperti ditirukan Irwan dan Zaky kepada wartawan.

Motif Diduga Dendam Lama

Investigasi awal menyebutkan bahwa motif pengeroyokan ini diduga berasal dari dendam pribadi. Zaky diketahui pernah membantu warga menggerebek tempat usaha ilegal milik Hadi, yang kerap disebut menjual obat-obatan terlarang, termasuk obat jenis Tipe G. Aksi itu membuat bisnis haram Hadi mandek total.

Laporan Polisi dan Seruan Keadilan

Usai kejadian, Irwan dan Zaky segera melapor ke Polsek Pasawahan dan kemudian diarahkan untuk membuat laporan resmi di Polres Kuningan, lengkap dengan visum. Proses hukum kini sedang berlangsung.

Ketua FWJ Indonesia DPD Jawa Barat, Tony Maulana, mengecam keras aksi kekerasan ini. Ia menegaskan bahwa profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang dan tidak seharusnya menjadi sasaran intimidasi, apalagi kekerasan fisik.

“Organisasi masyarakat seharusnya menjadi mitra strategis pers dalam membangun bangsa, bukan justru menjadi ancaman. Kami meminta aparat hukum bertindak tegas. Jangan biarkan kekerasan terhadap jurnalis menjadi budaya,” tegas Tony.

Desakan Publik: Bongkar Jaringan Premanisme

Insiden ini menambah deretan kasus premanisme berkedok ormas yang semakin meresahkan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak cepat dan transparan dalam menangani kasus ini, terlebih Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ini tengah menggagas Satgas Anti Premanisme di wilayahnya.

Persatuan wartawan, aktivis, hingga tokoh masyarakat kini menyuarakan solidaritas serta mendesak pengusutan tuntas pelaku kekerasan terhadap jurnalis.



Reporter: David Hardson S

Add Comments