Thursday, January 23, 2025

Terseret Kasus Perkelahian, Orang Tua Siswi di Karawang Kesulitan Cari Sekolah Baru Untuk Anaknya


Foto : Siswi IR bersama ibunya, Karsih  (dok: istimewa)

Jabar Expose - Karawang |  Seorang siswi SMP Satu Atap (SATAP) 1 Tirtajaya, Kabupaten Karawang, menghadapi kesulitan melanjutkan pendidikan setelah terseret dalam kasus video perkelahian yang viral di media sosial. Siswi berinisial IR disebut-sebut terancam dikeluarkan dari sekolah, sementara upayanya mencari sekolah baru menemui jalan buntu.  

Karsih, ibu IR, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak sekolah yang hanya memberikan saran untuk mencari sekolah baru tanpa dukungan administratif.  

“Pihak sekolah bilang mereka tidak sanggup menangani dan menyarankan anak saya mencari sekolah lain. Tapi, tidak ada bantuan seperti surat rekomendasi atau dokumen lainnya. Akibatnya, sekolah lain juga tidak mau menerima anak saya,” ungkap Karsih, Kamis (23/1/2025).  

Karsih menegaskan bahwa hingga kini ia belum menandatangani dokumen pengunduran diri resmi dari sekolah asal. Upayanya meminta agar anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan di SMP SATAP 1 Tirtajaya juga tidak membuahkan hasil.  

“Saya sudah memohon kepada guru agar anak saya tetap bisa sekolah di sana, bahkan membuat surat pernyataan dan permohonan. Tapi tetap tidak ada solusi,” ujarnya kecewa.  

IR, yang terlibat dalam video perkelahian tersebut, memberikan klarifikasi terkait perannya. Remaja ini menjelaskan bahwa dirinya hanya ikut-ikutan membantu temannya yang terlibat dalam konflik.  

“Itu sebenarnya masalah teman saya. Saya cuma ikut-ikutan dan membantu,” ungkap IR, yang diketahui berasal dari keluarga dengan kondisi sulit sejak kecil.  

IR juga mengakui pernah bolos sekolah, namun menegaskan bahwa dua masalah utama yang dibahas pihak sekolah adalah video viral dan video lain yang tersebar di grup WhatsApp.  

“Saya diajak-ajak dan dibawa-bawa oleh teman. Di grup itu ada nama saya, jadi saya ikut terseret,” jelasnya.  

Dari lima siswi yang terlibat, tiga berasal dari SMP SATAP 1 Tirtajaya, sementara dua lainnya dari SMPN 1 Tirtajaya. IR menyebut salah satu siswi dari sekolah lain juga terancam dikeluarkan meski hanya ikut-ikutan.  

Harapan untuk Tetap Sekolah  

Meskipun menghadapi berbagai tekanan, IR menyatakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan hingga lulus.  

“Saya ingin tetap sekolah sampai lulus,” ujarnya penuh harap.  

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi terkait nasib pendidikan IR dan siswi lain yang terlibat.



• Kojek

Add Comments